WELLCOME TO MY BLOG

SEMOGA BERMANFAAT

Welcome Myspace Comments
MyNiceProfile.com

Minggu, 20 Januari 2013

TEARS

bagi sebagian kaum hawa, air mata itu mahal dan langka ! hanya ada beberapa hal saja yang bisa membuat air mata itu keluar. namun, kaum hawa lebih mudah menangis dari pada kaum adam.

beberapa hari yang lalu, aku sedang asik bermain di rumah teman lama yang tak jauh dari rumah ku. di sana ada banyak teman yang lagi seru bercerita dan bergurau. 


Aku, Nanda, dan Nafis sedang asik bergurau di ruang tengah. sedangkan Amil sedang sibuk pada sesuatu di dekat pintu. tak lama kemudian, ada sepeda motor metik yang berhenti di halaman rumah Amil. ternyata seorang gadis cantik yang memasang muka sedikit marah. 

"eh Mil, sapa tuh?", tanya ku dengan penuh keingin tahuan. di ikuti isyarat mata ku yang mengarah ke halaman.
"loh ! eh Nafis, temen mu tuh !", teriak Amil kepada Nafis tanpa menjawab pertanyaanku dulu.

dengan tanggap, Nafis langsung menghampiri gadis tersebut. sebenarnya sedikit timbul rasa cemburu saat Nafis menghampiri gadis itu. gimana gak cemburu? Nafis itu mantan ku ! hmm...

"eh Fis, ajak masuk aja !", suruh ku. namun nafis tak menjawab. bahkan sepertinya tak mendengarkan suara ku. yang ada, si gadis justru menoleh ke arah ku yang terhalang oleh jendela. waw, lirikan matanya gak nguatin ! hih.. aku hanya melihat mereka sambil mengobrol dengan Nanda yang kebetulan dia sedang meminta ku untuk menjadi pendengar setianya pada saat itu. tentu saja pikiran ku campur aduk. telinga ku berusaha mencerna semua kalimat Nanda, sedangkan mata ku sibuk kepada Nafis dan gadis itu. sungguh, otak ku seperti sedang perang pada saat itu.

setelah Nanda selesai mencurahkan kegalauan dia, aku mencoba bertanya kepada Nanda tentang si gadis itu.
"Nanda, sapa sih tuh cewek? liat deh mereka ! serius banget ngobrolnya. sapa sih? kamu kenal kan sama cewek itu?", tanya ku dengan sedikit memaksa Nanda untuk menjawab dengan jujur.
"wah, kalau itu aku gak tau ya Dhin. beneran dah !", jawaban dari Nanda sungguh tidak memuaskan.

yaa, aku hanya menyimpulkan bahwa gadis itu adalah kekasih Nafis. karena saat itu terlihat jelas oleh ku, HP yang di pegang Nafis langsung di ambil paksa oleh gadis itu yang kemudian mengambil kartu SIM (nomor) di HP itu. dan si gadis hanya memberikan nomor itu kepada Nafis tanpa satu kata pun, langsung pergi meninggalkan halaman rumah. ketika si gadis pergi, ternyata Amil mengikuti gadis itu. entah sengaja atau tidak, entahlah.

"sapa tuh cewek, Fis?", tanya ku sedikit menggunakan nada kasar.
"pacar. sekarang udah putus", jawabnya acuh.
"jiah, kenapa sih kok bisa putus? cerita dong nyet !", rayu ku agar dia bercerita.
"males aja. gak bisa di pertahanin lagi. ya ada aja masalahnya", jawabnya.
"trus HP mu ? di ambil sama Eva?", sahut Nanda. ternyata gadis itu bernama Eva. hmm.. lagi-lagi si Nanda bohongin aku.
"iya", jawab Nafis dengan sangat singkat.
"oh gitu toh. sabar ya nyet!", aku coba untuk menenangkannya.

pada saat itu suasana tak lagi segembira tadi. sangat sepi dan canggung di antara kita. yang benar saja ! aku dan Nanda bingung liat Nafis yang pada saat itu marah-marah gak jelas. 

"aku gak kuat.. kau pengen ketemu keluarga ku", kata Nafis. dia memang sudah 3 bulan ini hidup di rumah Amil. karena orang tuanya mendapat pekerjaan di luar kota yang gak bisa pulang walaupun satu kali dalam sebulan. ayahnya Nafis menitipkan Nafis kepada orang tua Amil selama beberapa bulan kedepan. 
"sabar boy. semua pasti ada jalan", jawab Nanda yang bermaksud menenagkan si Nafis.
"aku besok anterin ke terminal boy. aku pengen ke Jawa Tengah, ke rumah nyokab", terangnya kepada Nanda.
"wah ! aneh-aneh kau boy. kalau kamu pergi, Amil sama sapa? lo ninggalin gue gitu aja boy? tega lu boy !", jawab Nanda dengan nada sok dramatis dengan bermaksud menghibur Nafis.

Nafis tak menjawab apapun. aku hanya memandangi mereka berdua berbicara. tak lama kemudian, keheningan itu terpecahkan oleh isak tangis Nafis. APA !!! ya ! dia nangis !

"kenapa boy? udah gak usah di pikir. ga usah jadi beban. semua udah ada jalannya. pasti ada waktunya sendiri. kamu yang tabah dong sayang. yang kuaat. yang tegar", ku coba menenangkan Nafis dengan membelai rambut Nafis.
"aku gak bisa nahan semua ini, dhin. aku kangen mereka", jawabnya dengan tersengal-sengal karena isakan tangisnya.
"sudahlah boy. ada kita semua. kita temenmu, anggap saudara mu. aku, Dhini, Amil, semuanya anggap saudaramu. kamu gak bakal kesepian disini", Nanda mencoba menenangkan Nafis.

namun tak ada satu kata pun yang terucap oleh Nafis. hanya isakan tangisnya yang semakin menjadi-jadi. hmm.... Nanda yang memang suka menggila saat berguarau, ku beri isyarat untuk mencoba menghibur Nafis dengan kegilaannya itu. Nanda mencoba melawak seperti orang sinting hanya demi melihat Nafis tertawa. namun, TIDAK BERHASIL !! 


namun, dia tetap tertunduk. dia meraih tangan ku, dan dia genggam erat jemari ku. entahlah.. mungkin itu membuat dia tenang. aku hanya diam. tapi ternyata..........................................

"aku minta maaf ya dhin. aku banyak salah sama kamu selama ini. selama kita pacaran, aku sering buat kamu marah and sedih. maafin aku dhiin.. maafin..", ucap Nafis sambil menatap aku dalam-dalam dan meneteskan air matanya LAGI.
"loh,, udah lah fis.. itu kan dulu.. udah ya", aku coba untuk tetap menenangkan dia.
"jawab dhin ! jawaab ... maafin aku", pinta nya..

aku sangat bingung harus menjawab apa. jujur saja, aku sangat ingin menangis pada s`at itu. aku sangat ingin mencurahkan semua kesedihan ku selama aku menjalin hubungan dengannya. akhirnya, aku beranikan diri untuk berbicara panjang lebar di depan Nafis. dan air mata ku tak bisa terbendung lagi. kita berdua menangis bersama di sore itu. Nanda yang pada saat itu sedang keluar rumah, membuat suasana sore itu menjadi sedikit hening dan tenang sekali.

yaa, begitulah pengalaman hari ini. sebuah pengalaman baru dimana aku menyaksikan seorang lelaki menangis. mungkin dia sudah benar-benar tidak bisa menahan masalahnya hingga memaksanya untuk mengeluarkan airmata demi menenagkan perasaannya. 
oke guys, intinya adalah sebesar apapun masalah kita, cobalah untuk sharing kepada teman dekat mu. karena dengan sharing, perasaan kita akan terasa lebih lega daripada harus menyimpan dan merahasiakan masalah itu yang justru akan menjadi beban bagi diri kalian sendiri. 

Senin, 31 Desember 2012

3 cinta

pengakuan sebuah perasaan yang terpendam adalah hal yang akan sangat di kenang oleh kedua pihak.
entah itu berujung sebuah ikatan baru.
atau bahkan kerenggangan diantara mereka.
dan akan sangat fatal jika seseorang itu merupakan pihak ketiga di hubungan si pengaku.

tak mudah memang, ketika kenyataan harus memaksa kita pada posisi seperti itu.
posisi dimana kita ingin bersama dan memiliki orang yang kita sayangi, akan tetapi itu terhalang dan sangat terlambat, karena kita merupakan pihak ketiga diantara mereka.
sangat tidak mungkin jika kita harus mengandalkan keegoisan kita untuk memaksa dia agar menjadi milik kita.
sangat tidak mungkin dan jangan.
biarkan saja pe`rasaan itu ada, bersembunyi di balik hati yang resah.

setelah itu, katakan kepadanya :
"jangan jadikan ini sebuah beban di hidup mu. jangan jadikan ini sebuah kisah terlarang. jangan bandingkan rasamu padaku dengan rasamu padanya. jangan kau pandang aku selagi dia di samping mu. aku menyayangi mu. aku mencintai mu. namun semua itu sengaja ku sembunyikan. aku tak mampu bila harus terlalu sakit. melihat mu resah, sangat membuat ku sakit. apa aku harus pergi dari mu dan semua ini? jangan, jangan biarkan aku pergi, sayang. aku ingin ada di depan mu saat dia di samping mu. aku ingin melihat mu dengan jelas bahwa kalian bahagia. dan saat itulah aku juga sangat bahagia, sayang."

sang waktu akan sangat tega mengatakan kata "terlambat" untuk sebuah pengakuan itu.
namun, "lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali".
lakukan saja apa yang kau mau.
jangan biarkan waktu memakan kesempatan mu.
karena jika kesempatan itu telah habis, hanya penyesalan yang akan kau terima.

ungkapkan cinta mu kepada dia yang kau cintai.
cukup katakan kepadanya.
tak perlu berharap.
mengalahlah jika sang takdir memang tak bisa menyatukan cinta kalian.

Selasa, 18 Desember 2012

"SELAMAT ULANG TAHUN"

Sabtu, 15 Desember 2012 adalah hari ulang tahun Raka. Inilah beberapa dokumentasi siang itu :

  •  kue tart dengan lilin berangka 21, umur Raka di hari itu.
shoot by : Syahnaz Andhini

  • Raka membawa kue tart yang merupakan kejutan dari Aida.
shoot by : Syahnaz Ayudhia
  • aku, raka, avan, aida foto bersama :D
shoot by : Hems Cole
  • foto bareng Raka
shoot by : Aida Renida
  • Avan, Raka, Hikam : tiga bersaudara . hahaha
shoot by : Syahnaz Ayudhia
  • plak!! tamparan krim kue tart melayang kena ke pipi Raka. wkwkwk, kasiiaannn...
shoot by : Syahnaz Ayudhia
  • hasil dari tamparan si Hikam & Avan..
shoot by : Syahnaz Ayudhia
  • saling bersihin krim yang nempel di pipi. nih si Raka sibuk bersihin krim di pipi Aida :D
shoot by : Syahnaz Ayudhia
  • time to cut the cake ! yummyy ^_^
shoot by : Syahnaz Ayudhia
  • entah apa yang ada di pikiran Raka. Krim yang masih nempel, sambil gigit garpu ? *tienk*
shoot by : Syahnaz Ayudhia
  • potongan kue tart yang udah di siapin untuk masing-masing orang (Raka, Aida, Hikam, Avan, Andhin)
shoot by : Syahnaz Ayudhia
  • Hikam terlihat sibuk bersihin krim yang nempel di pipinya akibat ulah Raka yang balas dendam. dan Avan yang lagi sibuk liatin Raka dengan parno. hahaha
shoot by : Syahnaz Ayudhia
  • suap-suap'an biar kelihatan romantis. hahahaha *iyuh*
shoot by : Hems Cole
  • suap'an dari Hikam dengan kue yang terbilang sedikit besar hingga terasa penuh di mulut ku ! wkwk
shoot by : Aida Renida
  • Avan sedang memberi suapan ke Raka yang merupakan sepupunya itu .
shoot by : Syahnaz Ayudhia
  • taraaaaaa !! i bring my cake ! yummyy ^_^
shoot by : Syahnaz Ayudhia
aku ucapin selamat ulang tahun buat Raka yang ke 21. semoga semakin dewasa dan tau tentang apa yang lebih penting dan tidak penting di lakukan. semoga sehat selalu dan tetap ingat kejutan-kejutan di hari ini.

HUNTING FOTO

hunting foto adalah kegiatan yang sangat asik bagi mereka yang sangat narsis. termasuk aku. walaupun aku gak ada bakat modelling, tapi tetep narsis dong di depan kamera ! :D berikut foto-foto hasil hunting foto bersama Kak Indit, Kak Hikam dan Aida :

  • gambar pertama, aku sedang duduk di ranting-ranting rumput liar milik orang sekitar yang sengaja terkumpul di halaman tepi jalan tol.
shoot by : Hems Cole
  • gambar kedua, lagi berpose ketawa sambil liat ke rumput liar. sok gak sadar kamera gitu. haha
    shoot by : Hems Cole
  • gambar ketiga, foto close-up yang sambil senyum unjuk gigi. hahaha, manis kaann ? :D
    shoot by : Hems Cole
  • gambar keempat, aku dan Kak Indit sebenarnya mau foto dengan pose kayak pre wedding gitu. tapi gak bisa. haha, alhasil sok-sok'an gak sadar kamera dan sambil senyum ke arah jembatan tol. keren kan ? gak boleh iri ya! :D
shoot by : Hems Cole
  • gambar kelima, ini yang paling asik di antara foto loncatan Kak Indit yang lain. Kak Indit loncat dari tangki penyaluran lumpur lapindo. dan Kak Hikam siaga dengan kameranya untuk memotret setiap gerakan cepat dari Kak Indit. I LIKE IT
shoot by : Hems Cole
  • gambar keenam, nih foto sebenarnya gak kayak begini pose kita. kita berniat buat foto ala orang lagi selingkuh. tapi sayangnya, gak bisa dan gak bagus. akhirnya cuma aku dan Kak Indit yang berpose putar badan sedikit. si Aida waktu itu lagi gak konsentrasi ke kamera. (sangat di sayangkan)
shoot by : Hems Cole
  • gambar ketujuh, pose yang kurang pas. si Aida kurang nengok jadi sedikit gak kelihatan. but, very nice !!
shoot by : Hems Cole
  • gambar kedelapan, close up sambil bawa bunga rumput liar di tepi-tepi jalan tol. sedikit geli sebenarnya nempelin bunga ke hidung. hahaha :)
shoot by : Hems Cole
  • gambar kesembilan, Kak Indit dan aku lagi duduk di atas tangki penyaluran lumpur lapindo dan berpose sok romantis. wkwkwk, jangan salah paham ya. kita semua sahabat. :)
shoot by : Hems Cole
  • gambar ke sepuluh, kita berdua harusnya liat ke arah/objek yang sama biar terlihat asik. tapi sayangnya, kita lihat ke arah/objek yang beda. jadi pandangan mata kita gak sama. kurang greget sedikit . tapi, gaya bibir ku yang saat itu lagi tergigit sedikit, memberi kesan gemesin ya! hehehe :)
shoot by : Hems Cole
  • gambar ke sebelas, si Aida lagi berpose di tepi sungai (sebelah kiri Aida) dengan mimik muka yang sedih. alias nahan ketawa. hehehe.. nice nice nice
shoot by : Hems Cole
  • gambar ke dua belas, lagi-lagi berpose sok gak sadar kamera dan ketawa ke hal yang gak lucu. hahaha, tapi tetep keren. di tambah lagi background nya adalah proyek dari pengerjaan lumpur lapindo.
shoot by : Hems Cole
  • gambar terakhir, si Aida berpose memukul kepala Kak Indit tanpa sepengetahuan kak Indit. lucu ya ! semi korea gitu. hehehe. salut salut :)
shoot by : Hems Cole
foto-foto diatas adalah hasil jepretan Kak Hikam di sebuah tepi jalan tol lama tak terpakai di daerah porong-sidoarjo yang berdekatan dengan lokasi lumpur lapindo. Sayangnya, hasil hunting foto hari itu sangat sedikit. karena cuaca sangan tidak mendukung. kita terguyur hujan lebat setelah foto terakhir tersebut. di tambah lagi, rencana ini sangat mendadak. karena hunting foto hari ini adalah hanya kegiatan mengisi waktu luang yang pada saatu itu kita berempat sedang mengalami kebosanan.

makasih yaa guys :)

Selasa, 11 Desember 2012

TERHENTI OLEH WAKTU


foto bersama di kantin kampus 2 YPSLP

Dua bulan lalu, tapatnya pada bulan Oktober 2012 di SMK “TEKSTIL” PANDAAN kedatangan 4 mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi swasta di kota Malang. Bertujuan untuk magang di sekolah kami.

Mereka berempat terdiri dari 1 mahasiswi dan 3 mahasiswa. Mereka berasal dari fakultas yang berbeda. Mahasiswi tersebut biasa kita panggil dengan Kak Maya. Sedangkan 3 mahasiswa tersebut terdiri dari Kak Hikam, Kak Indit, dan Kak Seto. Mereka hanya mengajar kelas 10 dan 11 untuk mata pelajaran yang sesuai dengan bidang mereka masing-masing.

Diantara mereka berempat, Kak Hikam dan Kak Indit lah yang paling mudah membaur dengan siswa kelas 12. Termasuk Aku, Aida, Siska, dan teman-teman tertentu lainnya. Ini dikarenakan Kak Hikam dan Kak Indit terlihat lebih muda di bandingkan dengan Kak Maya dan Kak Seto. Selain itu, sangat suka bergurau dengan siswa lain walaupun tak saling kenal. Ya, dari gurauan itulah Aku dan Aida bisa mengenal Kak Hikam dan Kak Indit.

Kak Hikam, adalah lelaki yang bisa di kategorikan paling keren di antara keempat mahasiswa. Karena gaya penampilan Kak Hikam sangat menarik dan sangat berwibawa. Yaa, seperti remaja-remaja masa kini yang sedikit berpenampilan layaknya boyband. Dia mengajarkan mata pelajaran Bahasa Inggris untuk kelas 10 dan 11. Jelas sudah, para siswa yang sebagian besar adalah perempuan itu sangat tertarik kepada Kak Hikam. Haha, dasar ABG ya ! 

Kak Indit, adalah lelaki yang bisa di kategorikan paling manis di antara keempat mahasiswa. Karena di setiap dia tersenyum, selalu ada selung pipi. Selain itu, juga bisa di kategorikan hitam manis kayak brownies ! emh, yummy tuh kalau denger kata brownis! Haha. Dia orangnya sangat santai. Dan sangat jarang berpakaian formal saat mengajar. Karena dia mengajarkan mata pelajaran Penjaskes untuk kelas 10 dan 11. Tapi, dia berbeda dengan Kak Hikam. Kak Indit cenderung pemalu dan tidak banyak omong. Jelas berbeda dengan Kak Hikam yang sangat cerewet itu. Tapi nih, Kak Indit juga banyak di gemari loh. Salah satu penggemarnya adalah temen sekelas ku. Sebut aja Novia. Novia sudah menggemari Kak Indit sejak awal Kak Indit datang ke sekolah kita. Yaa, jelas ada alasan bagi penggemar untuk menggemari seseorang.

Lama-kelamaan aku, Aida, Kak Hikam dan Kak Indit menjadi sangat akrab. Sering maen bareng di luar jam sekolah. Seperti yang terjadi beberapa hari yang lalu saat kita berempat bercanda bersama dan melepas lelah sepulang sekolah di rumah ku. Kita bercanda tawa layaknya teman yang sudah lama saling kenal.

Dan karena kedekatan itulah kita tak merasakan sang waktu yang sebenarnya takberhenti berjalan untuk memisahkan kita semua. Tibalah sang waktu yang selama ini tak pernah kita inginkan dan selalu kita lupakan. Yaitu Sang Perpisahan. ada awal pasti ada akhirDan juga sama halnya dengan ada pertemuan pasti ada perpisahan.

Sabtu, 08 Desember 2012 adalah Hari Perpisahan antara siswa-siswi SMK “TEKSTIL” PANDAAN jurusan Bisnis Manajemen dengan keempat mahasiswa yang magang di sekolah kita.

Sabtu pagi, jurusan Bisnis Manajemen ada kegiatan Istigosah untuk kelas 10,11, dan 12 di kampus 2. Acara istigosah ini bertujuan untuk memohon kemudahan kita semua mengingat hari senin, 10 Desember 2012 akan ada Ujian Semester Ganjil. Acara istigosah di mulai pada pukul 07.00 hingga 08.30. setelah itu di adakan pembagian Nomer Urut Ujian di masing-masing kelas. Dan tepat pukul 09.00 kita semua di pulangkan.

Karena menurut aku dan Aida pukul 09.00 adalah masih sangat pagi untuk pulang ke rumah, kita berdua memutuskan untuk mengisi waktu itu dengan berfoto ria bersama Kak Hikam dan Kak Indit. Sungguh !! Ingin rasanya ku peluk mereka berdua !! Ini terlalu singkat untuk sebuah pertemuan !! Sang Waktu tak bisa lagi memutar takdirnya atau merubah takdirnya.

Akan tetapi, kita berempat punya rencana lain. Kita menyempatkan waktu siang ini untuk bermain bersama. Dan kita berempat berencana untuk berkaraoke di salah satu tempat karaoke keluarga di kota kami. 

Sesampainya di ruang karaoke, kita bercanda tawa, bernyanyi bersama, melepaskan kejenuhan, membuat kenangan, dan membuang kegalauan. Akan tetapi, di akhir durasi waktu kita akan habis, Kak Hikam memutar lagu Glen F yang entah apa judulnya. Mereka bernyanyi dengan sangat meresapi, sedangkan aku hanya diam menatap langit-langit ruangan dengan hati yang kacau. Sungguh, tak terbendung air mata yang sudah ku tahan itu. Meneteslah air mata dengan sangat deras. yayaya, makasih untuk lagunya ! hiks..hiks.. *jadi keinget mantan*

Sepulang dari karaoke, aku memutuskan untuk bermain ke rumah Kak Indit. Saat dalam perjalanan, aku tak pernah mengira bahwa untuk sampai ke rumah Kak Indit membutuhkan waktu. Karena sangat jauh dari jalan raya. 

Sesampainya disana, cukup lelah pastinya. Namun juga sangat terhibur. Karena pada saat itu kita sangat asyik menggoda Kak Indit yang sedang di telfon kekasihnya. Yang pada saat itu sang kekasih meminta Kak Indit untuk segera menuju Malang. *gila!! enak banget tuh cewek kalau ngomong*. Tanpa pikir panjang, spontanitas Kak Indit menolak permintaan kekasihnya. Dan, tak heran jika kekasihnya langsung ngomel panjang lebar di telfon. Sedangkan aku, Kak Hikam dan Aida sangat asik mendengarkan pidato kekasih Kak Indit yang terdengar samar-samar dari speaker HP Kak Indit. Tanpa di duga, kita bertiga menertawai Kak Indit bersamaan. Karena kita semua terdiam saat kekasih Kak Indit berpidato atau bisa juga di katakan siraman rohani. wkwkwk . 

dan begitulah. tepat pukul 15.00 aku, Kak Hikam dan Aida memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. yayaya, akan sangat merindukan kejadian-kejadian yang pernah kita lalui bersama. kebersamaan kita berempat akan menjadi kenangan klise untuk masa depan kita. See You Guys. mumumu :*

Begitulah cerpen kehidupan dari aku. Walaupun menurut kalian ini hanya cerita yang tidak penting, tapi ini adalah sebuah kenangan bagiku.
Untuk Kak Hikam dan Kak Indit, sering-sering main ke rumah ya ! 
Don’t forget us and our memories!