WELLCOME TO MY BLOG

SEMOGA BERMANFAAT

Welcome Myspace Comments
MyNiceProfile.com

Senin, 31 Desember 2012

3 cinta

pengakuan sebuah perasaan yang terpendam adalah hal yang akan sangat di kenang oleh kedua pihak.
entah itu berujung sebuah ikatan baru.
atau bahkan kerenggangan diantara mereka.
dan akan sangat fatal jika seseorang itu merupakan pihak ketiga di hubungan si pengaku.

tak mudah memang, ketika kenyataan harus memaksa kita pada posisi seperti itu.
posisi dimana kita ingin bersama dan memiliki orang yang kita sayangi, akan tetapi itu terhalang dan sangat terlambat, karena kita merupakan pihak ketiga diantara mereka.
sangat tidak mungkin jika kita harus mengandalkan keegoisan kita untuk memaksa dia agar menjadi milik kita.
sangat tidak mungkin dan jangan.
biarkan saja pe`rasaan itu ada, bersembunyi di balik hati yang resah.

setelah itu, katakan kepadanya :
"jangan jadikan ini sebuah beban di hidup mu. jangan jadikan ini sebuah kisah terlarang. jangan bandingkan rasamu padaku dengan rasamu padanya. jangan kau pandang aku selagi dia di samping mu. aku menyayangi mu. aku mencintai mu. namun semua itu sengaja ku sembunyikan. aku tak mampu bila harus terlalu sakit. melihat mu resah, sangat membuat ku sakit. apa aku harus pergi dari mu dan semua ini? jangan, jangan biarkan aku pergi, sayang. aku ingin ada di depan mu saat dia di samping mu. aku ingin melihat mu dengan jelas bahwa kalian bahagia. dan saat itulah aku juga sangat bahagia, sayang."

sang waktu akan sangat tega mengatakan kata "terlambat" untuk sebuah pengakuan itu.
namun, "lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali".
lakukan saja apa yang kau mau.
jangan biarkan waktu memakan kesempatan mu.
karena jika kesempatan itu telah habis, hanya penyesalan yang akan kau terima.

ungkapkan cinta mu kepada dia yang kau cintai.
cukup katakan kepadanya.
tak perlu berharap.
mengalahlah jika sang takdir memang tak bisa menyatukan cinta kalian.

Selasa, 18 Desember 2012

"SELAMAT ULANG TAHUN"

Sabtu, 15 Desember 2012 adalah hari ulang tahun Raka. Inilah beberapa dokumentasi siang itu :

  •  kue tart dengan lilin berangka 21, umur Raka di hari itu.
shoot by : Syahnaz Andhini

  • Raka membawa kue tart yang merupakan kejutan dari Aida.
shoot by : Syahnaz Ayudhia
  • aku, raka, avan, aida foto bersama :D
shoot by : Hems Cole
  • foto bareng Raka
shoot by : Aida Renida
  • Avan, Raka, Hikam : tiga bersaudara . hahaha
shoot by : Syahnaz Ayudhia
  • plak!! tamparan krim kue tart melayang kena ke pipi Raka. wkwkwk, kasiiaannn...
shoot by : Syahnaz Ayudhia
  • hasil dari tamparan si Hikam & Avan..
shoot by : Syahnaz Ayudhia
  • saling bersihin krim yang nempel di pipi. nih si Raka sibuk bersihin krim di pipi Aida :D
shoot by : Syahnaz Ayudhia
  • time to cut the cake ! yummyy ^_^
shoot by : Syahnaz Ayudhia
  • entah apa yang ada di pikiran Raka. Krim yang masih nempel, sambil gigit garpu ? *tienk*
shoot by : Syahnaz Ayudhia
  • potongan kue tart yang udah di siapin untuk masing-masing orang (Raka, Aida, Hikam, Avan, Andhin)
shoot by : Syahnaz Ayudhia
  • Hikam terlihat sibuk bersihin krim yang nempel di pipinya akibat ulah Raka yang balas dendam. dan Avan yang lagi sibuk liatin Raka dengan parno. hahaha
shoot by : Syahnaz Ayudhia
  • suap-suap'an biar kelihatan romantis. hahahaha *iyuh*
shoot by : Hems Cole
  • suap'an dari Hikam dengan kue yang terbilang sedikit besar hingga terasa penuh di mulut ku ! wkwk
shoot by : Aida Renida
  • Avan sedang memberi suapan ke Raka yang merupakan sepupunya itu .
shoot by : Syahnaz Ayudhia
  • taraaaaaa !! i bring my cake ! yummyy ^_^
shoot by : Syahnaz Ayudhia
aku ucapin selamat ulang tahun buat Raka yang ke 21. semoga semakin dewasa dan tau tentang apa yang lebih penting dan tidak penting di lakukan. semoga sehat selalu dan tetap ingat kejutan-kejutan di hari ini.

HUNTING FOTO

hunting foto adalah kegiatan yang sangat asik bagi mereka yang sangat narsis. termasuk aku. walaupun aku gak ada bakat modelling, tapi tetep narsis dong di depan kamera ! :D berikut foto-foto hasil hunting foto bersama Kak Indit, Kak Hikam dan Aida :

  • gambar pertama, aku sedang duduk di ranting-ranting rumput liar milik orang sekitar yang sengaja terkumpul di halaman tepi jalan tol.
shoot by : Hems Cole
  • gambar kedua, lagi berpose ketawa sambil liat ke rumput liar. sok gak sadar kamera gitu. haha
    shoot by : Hems Cole
  • gambar ketiga, foto close-up yang sambil senyum unjuk gigi. hahaha, manis kaann ? :D
    shoot by : Hems Cole
  • gambar keempat, aku dan Kak Indit sebenarnya mau foto dengan pose kayak pre wedding gitu. tapi gak bisa. haha, alhasil sok-sok'an gak sadar kamera dan sambil senyum ke arah jembatan tol. keren kan ? gak boleh iri ya! :D
shoot by : Hems Cole
  • gambar kelima, ini yang paling asik di antara foto loncatan Kak Indit yang lain. Kak Indit loncat dari tangki penyaluran lumpur lapindo. dan Kak Hikam siaga dengan kameranya untuk memotret setiap gerakan cepat dari Kak Indit. I LIKE IT
shoot by : Hems Cole
  • gambar keenam, nih foto sebenarnya gak kayak begini pose kita. kita berniat buat foto ala orang lagi selingkuh. tapi sayangnya, gak bisa dan gak bagus. akhirnya cuma aku dan Kak Indit yang berpose putar badan sedikit. si Aida waktu itu lagi gak konsentrasi ke kamera. (sangat di sayangkan)
shoot by : Hems Cole
  • gambar ketujuh, pose yang kurang pas. si Aida kurang nengok jadi sedikit gak kelihatan. but, very nice !!
shoot by : Hems Cole
  • gambar kedelapan, close up sambil bawa bunga rumput liar di tepi-tepi jalan tol. sedikit geli sebenarnya nempelin bunga ke hidung. hahaha :)
shoot by : Hems Cole
  • gambar kesembilan, Kak Indit dan aku lagi duduk di atas tangki penyaluran lumpur lapindo dan berpose sok romantis. wkwkwk, jangan salah paham ya. kita semua sahabat. :)
shoot by : Hems Cole
  • gambar ke sepuluh, kita berdua harusnya liat ke arah/objek yang sama biar terlihat asik. tapi sayangnya, kita lihat ke arah/objek yang beda. jadi pandangan mata kita gak sama. kurang greget sedikit . tapi, gaya bibir ku yang saat itu lagi tergigit sedikit, memberi kesan gemesin ya! hehehe :)
shoot by : Hems Cole
  • gambar ke sebelas, si Aida lagi berpose di tepi sungai (sebelah kiri Aida) dengan mimik muka yang sedih. alias nahan ketawa. hehehe.. nice nice nice
shoot by : Hems Cole
  • gambar ke dua belas, lagi-lagi berpose sok gak sadar kamera dan ketawa ke hal yang gak lucu. hahaha, tapi tetep keren. di tambah lagi background nya adalah proyek dari pengerjaan lumpur lapindo.
shoot by : Hems Cole
  • gambar terakhir, si Aida berpose memukul kepala Kak Indit tanpa sepengetahuan kak Indit. lucu ya ! semi korea gitu. hehehe. salut salut :)
shoot by : Hems Cole
foto-foto diatas adalah hasil jepretan Kak Hikam di sebuah tepi jalan tol lama tak terpakai di daerah porong-sidoarjo yang berdekatan dengan lokasi lumpur lapindo. Sayangnya, hasil hunting foto hari itu sangat sedikit. karena cuaca sangan tidak mendukung. kita terguyur hujan lebat setelah foto terakhir tersebut. di tambah lagi, rencana ini sangat mendadak. karena hunting foto hari ini adalah hanya kegiatan mengisi waktu luang yang pada saatu itu kita berempat sedang mengalami kebosanan.

makasih yaa guys :)

Selasa, 11 Desember 2012

TERHENTI OLEH WAKTU


foto bersama di kantin kampus 2 YPSLP

Dua bulan lalu, tapatnya pada bulan Oktober 2012 di SMK “TEKSTIL” PANDAAN kedatangan 4 mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi swasta di kota Malang. Bertujuan untuk magang di sekolah kami.

Mereka berempat terdiri dari 1 mahasiswi dan 3 mahasiswa. Mereka berasal dari fakultas yang berbeda. Mahasiswi tersebut biasa kita panggil dengan Kak Maya. Sedangkan 3 mahasiswa tersebut terdiri dari Kak Hikam, Kak Indit, dan Kak Seto. Mereka hanya mengajar kelas 10 dan 11 untuk mata pelajaran yang sesuai dengan bidang mereka masing-masing.

Diantara mereka berempat, Kak Hikam dan Kak Indit lah yang paling mudah membaur dengan siswa kelas 12. Termasuk Aku, Aida, Siska, dan teman-teman tertentu lainnya. Ini dikarenakan Kak Hikam dan Kak Indit terlihat lebih muda di bandingkan dengan Kak Maya dan Kak Seto. Selain itu, sangat suka bergurau dengan siswa lain walaupun tak saling kenal. Ya, dari gurauan itulah Aku dan Aida bisa mengenal Kak Hikam dan Kak Indit.

Kak Hikam, adalah lelaki yang bisa di kategorikan paling keren di antara keempat mahasiswa. Karena gaya penampilan Kak Hikam sangat menarik dan sangat berwibawa. Yaa, seperti remaja-remaja masa kini yang sedikit berpenampilan layaknya boyband. Dia mengajarkan mata pelajaran Bahasa Inggris untuk kelas 10 dan 11. Jelas sudah, para siswa yang sebagian besar adalah perempuan itu sangat tertarik kepada Kak Hikam. Haha, dasar ABG ya ! 

Kak Indit, adalah lelaki yang bisa di kategorikan paling manis di antara keempat mahasiswa. Karena di setiap dia tersenyum, selalu ada selung pipi. Selain itu, juga bisa di kategorikan hitam manis kayak brownies ! emh, yummy tuh kalau denger kata brownis! Haha. Dia orangnya sangat santai. Dan sangat jarang berpakaian formal saat mengajar. Karena dia mengajarkan mata pelajaran Penjaskes untuk kelas 10 dan 11. Tapi, dia berbeda dengan Kak Hikam. Kak Indit cenderung pemalu dan tidak banyak omong. Jelas berbeda dengan Kak Hikam yang sangat cerewet itu. Tapi nih, Kak Indit juga banyak di gemari loh. Salah satu penggemarnya adalah temen sekelas ku. Sebut aja Novia. Novia sudah menggemari Kak Indit sejak awal Kak Indit datang ke sekolah kita. Yaa, jelas ada alasan bagi penggemar untuk menggemari seseorang.

Lama-kelamaan aku, Aida, Kak Hikam dan Kak Indit menjadi sangat akrab. Sering maen bareng di luar jam sekolah. Seperti yang terjadi beberapa hari yang lalu saat kita berempat bercanda bersama dan melepas lelah sepulang sekolah di rumah ku. Kita bercanda tawa layaknya teman yang sudah lama saling kenal.

Dan karena kedekatan itulah kita tak merasakan sang waktu yang sebenarnya takberhenti berjalan untuk memisahkan kita semua. Tibalah sang waktu yang selama ini tak pernah kita inginkan dan selalu kita lupakan. Yaitu Sang Perpisahan. ada awal pasti ada akhirDan juga sama halnya dengan ada pertemuan pasti ada perpisahan.

Sabtu, 08 Desember 2012 adalah Hari Perpisahan antara siswa-siswi SMK “TEKSTIL” PANDAAN jurusan Bisnis Manajemen dengan keempat mahasiswa yang magang di sekolah kita.

Sabtu pagi, jurusan Bisnis Manajemen ada kegiatan Istigosah untuk kelas 10,11, dan 12 di kampus 2. Acara istigosah ini bertujuan untuk memohon kemudahan kita semua mengingat hari senin, 10 Desember 2012 akan ada Ujian Semester Ganjil. Acara istigosah di mulai pada pukul 07.00 hingga 08.30. setelah itu di adakan pembagian Nomer Urut Ujian di masing-masing kelas. Dan tepat pukul 09.00 kita semua di pulangkan.

Karena menurut aku dan Aida pukul 09.00 adalah masih sangat pagi untuk pulang ke rumah, kita berdua memutuskan untuk mengisi waktu itu dengan berfoto ria bersama Kak Hikam dan Kak Indit. Sungguh !! Ingin rasanya ku peluk mereka berdua !! Ini terlalu singkat untuk sebuah pertemuan !! Sang Waktu tak bisa lagi memutar takdirnya atau merubah takdirnya.

Akan tetapi, kita berempat punya rencana lain. Kita menyempatkan waktu siang ini untuk bermain bersama. Dan kita berempat berencana untuk berkaraoke di salah satu tempat karaoke keluarga di kota kami. 

Sesampainya di ruang karaoke, kita bercanda tawa, bernyanyi bersama, melepaskan kejenuhan, membuat kenangan, dan membuang kegalauan. Akan tetapi, di akhir durasi waktu kita akan habis, Kak Hikam memutar lagu Glen F yang entah apa judulnya. Mereka bernyanyi dengan sangat meresapi, sedangkan aku hanya diam menatap langit-langit ruangan dengan hati yang kacau. Sungguh, tak terbendung air mata yang sudah ku tahan itu. Meneteslah air mata dengan sangat deras. yayaya, makasih untuk lagunya ! hiks..hiks.. *jadi keinget mantan*

Sepulang dari karaoke, aku memutuskan untuk bermain ke rumah Kak Indit. Saat dalam perjalanan, aku tak pernah mengira bahwa untuk sampai ke rumah Kak Indit membutuhkan waktu. Karena sangat jauh dari jalan raya. 

Sesampainya disana, cukup lelah pastinya. Namun juga sangat terhibur. Karena pada saat itu kita sangat asyik menggoda Kak Indit yang sedang di telfon kekasihnya. Yang pada saat itu sang kekasih meminta Kak Indit untuk segera menuju Malang. *gila!! enak banget tuh cewek kalau ngomong*. Tanpa pikir panjang, spontanitas Kak Indit menolak permintaan kekasihnya. Dan, tak heran jika kekasihnya langsung ngomel panjang lebar di telfon. Sedangkan aku, Kak Hikam dan Aida sangat asik mendengarkan pidato kekasih Kak Indit yang terdengar samar-samar dari speaker HP Kak Indit. Tanpa di duga, kita bertiga menertawai Kak Indit bersamaan. Karena kita semua terdiam saat kekasih Kak Indit berpidato atau bisa juga di katakan siraman rohani. wkwkwk . 

dan begitulah. tepat pukul 15.00 aku, Kak Hikam dan Aida memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. yayaya, akan sangat merindukan kejadian-kejadian yang pernah kita lalui bersama. kebersamaan kita berempat akan menjadi kenangan klise untuk masa depan kita. See You Guys. mumumu :*

Begitulah cerpen kehidupan dari aku. Walaupun menurut kalian ini hanya cerita yang tidak penting, tapi ini adalah sebuah kenangan bagiku.
Untuk Kak Hikam dan Kak Indit, sering-sering main ke rumah ya ! 
Don’t forget us and our memories! 

Jumat, 07 Desember 2012

KETIKA CINTA MENJADI SEBUAH ALASAN



Seorang lelaki muda sedang bahagia pada sore itu. Sebut saja lelaki muda itu bernama Bintang. Betapa tidak, sore itu Bintang mendapatkan nomor HP seorang cewek remaja yang selama ini menjadi bunga di hati Bintang. Cewek remaja itu adalah Mentari.

Mentari merupakan adik kelas Bintang. Sejak SD dan SMP mereka satu sekolah. Akan tetapi mereka saling kenal sejak beberapa hari yang lalu. Dimana Bintang sudah lulus SMA, dan Mentari masih duduk di bangku SMK. Tak ada yang mengira jika dulu keduanya sudah di pertemukan.

Bunga Bintang ini tidak pernah mengira jika Bintang sangat amat menyayanginya. Betapa tidak, setiap pagi, Bintang selalu membagunkannya melalui pesan HP dengan berkata bahwa dia sangat menyayangi Mentari. Dan ketika akan terlelap pun, Bintang selalu mengucapkan kalimat yang intinya ia sangat tulus menyayangi Mentari. Dan Mentari sangat senang dengan kejujuran Bintang.

Pada suatu hari, Mentari sangat membutuhkan bantuan seseorang untuk mengantarkannya ke acara pemakaman Ayahanda sahabat terbaik Mentari di luar kota. Mentari tidak di perbolehkan berangkat sendiri oleh orang tuanya. Karena melihat kondisi Mentari yang sangat terburu-buru dan sedih itu di khawatirkan akan mengganggu Mentari saat di perjalanan. Akhirnya Mentari mencoba menceritakan keinginannya kepada Bintang. Bintang yang pada saat itu sedang berada di dekat rumah Mentari, dengan bergegasnya ia langsung menuju rumah Mentari untuk mengantarkan Mentari ke acara pemakaman siang itu.

“Alhamdulillah, ada orang sebaik Bintang”, gumam Mentari saat melihat Bintang telah sampai di halaman rumahnya.
“Mentari, kamu tau lokasi pemakamannya? Aku gak hafal daerah sana loh. Kalau nyasar gimana?”, Tanya Bintang.
“Aku udah di kasih petunjuk arahnya kok sama sahabat ku itu. Ayo cabut. Keburu telat nih”, jawab Mentari sambil berusaha duduk di sepedah Bintang.
“Oke, pegangan ya”, pintah Bintang kepada Mentari.

Dalam perjalanan menuju lokasi pemakaman, Mentari sangat sibuk dengan HP nya. Sedangkan Bintang sibuk pada kondisi jalan raya yang saat itu sangat ramai. Sesekali mereka berbincang, terutama mempertanyakan arah jalan. Yaa, keduanya memang sama-sama tidak tahu lokasinya. Akhirnya, setelah mengikuti petunjuk arah dari sahabat Mentari, mereka pun sampai di ujung gang yang pada saat itu ada kekasih Sari, sahabat Mentari. Lelaki itu bernama Putra. Dia di suruh Sari untuk menjemput Bintang dan Mentari di ujung gang.
Tibalah mereka di area pemakaman Ayahanda Sari. Dan Mentari langsung mencari sosok Sari di  sekeliling orang-orang yang memadati jalan setapak itu. Pecah sudah pertahanan air mata Mentari yang saat itu dalam pelukan Sari yang sangat sedih itu.
Setelah di kebumikan jasad Ayahanda Sari, tanpa menunggu lama Bintang, Mentari, Sari dan Putra memutuskan untuk pulang menenangkan diri di rumah Sari.
Setelah kejadian itu, pada malam hari si Bintang beraksi lagi. Dia justru bercerita tentang masa lalunya kepada Mentari. Ia menceritakan tentang dirinya yang terkenal playboy itu. Sungguh, suatu pengakuan yang sangat membuat Mentari sempat shock itu. Bagaimana tidak, Bintang di mata Mentari adalah sosok lelaki yang sangat beriman. Akan tetapi, itu berbeda dengan masa lalunya.
Mentari juga ingin berbagi cerita kepada Bintang. Terutama tentang hal percintaan. Mentari berkata bahwa ia seringkali tersakiti oleh para lelaki. Cinta lelaki sangatlah kejam bagi Mentari. Sangat bersampul bagus namun berisi palsu. Begitulah istilah Mentari mengenai cinta yang selama ini ia dapatkan dari mantan-mantan kekasihnya. Dan oleh karena itu pula, Mentari berjanji kepada diri sendiri dan mamanya untuk tidak menjalin hubungan lagi dengan lelaki selama ia masih duduk di bangku SMK. Dan perjanjian itu juga sangat terjaga terlebih lagi ada hal yang dijanjikan oleh papa Mentari jika berhasil menepati janji.
Bintang yang pada saat itu mendengarkan melalui HP, akhirnya unjuk suara. Dia terlihat sangat menyesali perkataan Mentari yang ternyata telah menghancurkan harapan Bintang untuk bisa menjadi kekasih Mentari. Karena terbukti bahwa Mentari tidak akan membuka hati untuk siapapun.
Akhirnya Bintang memutuskan untuk mengakhiri pertemanannya dengan Mentari. Baginya, hanya itu lah solusi untuk membantu Bintang melupakan Mentari dan berhenti mengharapkan Mentari. Dan dengan berat hati, keputusan itupun terkabulkan.
Mentari sangat merasa kehilangan pada saat itu. Ia merasa bahwa orang yang menyayanginya telah meninggalkannya dengan keputusan egoisnya itu. Mentari ingin sekali berkata kepada Bintang bahwa “cinta tak harus memiliki”, hal itu bermaksud untuk mengingatkan Bintang. Akan tetapi, Bintang terlanjur menyudahi telepon di malam itu.
Keesokan paginya, Bintang mengirim pesan kepada Mentari. Yang intinya berisi sebuah penyesalan Bintang terhadap keputusannya itu. Dan Bintang telah menyadari dengan sendirinya bahwa “cinta itu tak harus memiliki”. Betapa senangnya hati Mentari pada saat itu.
Selang beberapa hari, Bintang berbuat ulah lagi. Untuk kedua kalinya, Bintang memutuskan tali pertemanannya dengan Mentari dengan alasan yang sama pada beberapa hari yang lalu. Tampaknya Bintang ingin sekali berusaha untuk melupakan dan menghilangkan rasanya dari sosok Mentari. Tanpa penolakan dan basa-basi, Mentari langsung meng-iya-kan keputusan Bintang.


Pesan dari cerpen di atas :
“cinta itu tak harus memiliki. Cinta adalah hal abstrak yang tidak bisa di lihat, di raba bahkan di prediksi. Biarkan cintamu memilih pasangan cintanya dengan sendirinya. Karena cinta tak bisa di paksakan. Dan yakinlah, cinta yang terpaksa hanya akan bersampul bagus dan berisi palsu. Serta jangan sesekali memainkan kata cinta kepada orang lain. Karena di balik cinta da sebuah kebalikan nasib, yaitu KARMA

Jadi,  buat kamu Girls & Boys berbijaksanalah dalam CINTA