WELLCOME TO MY BLOG

SEMOGA BERMANFAAT

Welcome Myspace Comments
MyNiceProfile.com

Jumat, 07 Desember 2012

KETIKA CINTA MENJADI SEBUAH ALASAN



Seorang lelaki muda sedang bahagia pada sore itu. Sebut saja lelaki muda itu bernama Bintang. Betapa tidak, sore itu Bintang mendapatkan nomor HP seorang cewek remaja yang selama ini menjadi bunga di hati Bintang. Cewek remaja itu adalah Mentari.

Mentari merupakan adik kelas Bintang. Sejak SD dan SMP mereka satu sekolah. Akan tetapi mereka saling kenal sejak beberapa hari yang lalu. Dimana Bintang sudah lulus SMA, dan Mentari masih duduk di bangku SMK. Tak ada yang mengira jika dulu keduanya sudah di pertemukan.

Bunga Bintang ini tidak pernah mengira jika Bintang sangat amat menyayanginya. Betapa tidak, setiap pagi, Bintang selalu membagunkannya melalui pesan HP dengan berkata bahwa dia sangat menyayangi Mentari. Dan ketika akan terlelap pun, Bintang selalu mengucapkan kalimat yang intinya ia sangat tulus menyayangi Mentari. Dan Mentari sangat senang dengan kejujuran Bintang.

Pada suatu hari, Mentari sangat membutuhkan bantuan seseorang untuk mengantarkannya ke acara pemakaman Ayahanda sahabat terbaik Mentari di luar kota. Mentari tidak di perbolehkan berangkat sendiri oleh orang tuanya. Karena melihat kondisi Mentari yang sangat terburu-buru dan sedih itu di khawatirkan akan mengganggu Mentari saat di perjalanan. Akhirnya Mentari mencoba menceritakan keinginannya kepada Bintang. Bintang yang pada saat itu sedang berada di dekat rumah Mentari, dengan bergegasnya ia langsung menuju rumah Mentari untuk mengantarkan Mentari ke acara pemakaman siang itu.

“Alhamdulillah, ada orang sebaik Bintang”, gumam Mentari saat melihat Bintang telah sampai di halaman rumahnya.
“Mentari, kamu tau lokasi pemakamannya? Aku gak hafal daerah sana loh. Kalau nyasar gimana?”, Tanya Bintang.
“Aku udah di kasih petunjuk arahnya kok sama sahabat ku itu. Ayo cabut. Keburu telat nih”, jawab Mentari sambil berusaha duduk di sepedah Bintang.
“Oke, pegangan ya”, pintah Bintang kepada Mentari.

Dalam perjalanan menuju lokasi pemakaman, Mentari sangat sibuk dengan HP nya. Sedangkan Bintang sibuk pada kondisi jalan raya yang saat itu sangat ramai. Sesekali mereka berbincang, terutama mempertanyakan arah jalan. Yaa, keduanya memang sama-sama tidak tahu lokasinya. Akhirnya, setelah mengikuti petunjuk arah dari sahabat Mentari, mereka pun sampai di ujung gang yang pada saat itu ada kekasih Sari, sahabat Mentari. Lelaki itu bernama Putra. Dia di suruh Sari untuk menjemput Bintang dan Mentari di ujung gang.
Tibalah mereka di area pemakaman Ayahanda Sari. Dan Mentari langsung mencari sosok Sari di  sekeliling orang-orang yang memadati jalan setapak itu. Pecah sudah pertahanan air mata Mentari yang saat itu dalam pelukan Sari yang sangat sedih itu.
Setelah di kebumikan jasad Ayahanda Sari, tanpa menunggu lama Bintang, Mentari, Sari dan Putra memutuskan untuk pulang menenangkan diri di rumah Sari.
Setelah kejadian itu, pada malam hari si Bintang beraksi lagi. Dia justru bercerita tentang masa lalunya kepada Mentari. Ia menceritakan tentang dirinya yang terkenal playboy itu. Sungguh, suatu pengakuan yang sangat membuat Mentari sempat shock itu. Bagaimana tidak, Bintang di mata Mentari adalah sosok lelaki yang sangat beriman. Akan tetapi, itu berbeda dengan masa lalunya.
Mentari juga ingin berbagi cerita kepada Bintang. Terutama tentang hal percintaan. Mentari berkata bahwa ia seringkali tersakiti oleh para lelaki. Cinta lelaki sangatlah kejam bagi Mentari. Sangat bersampul bagus namun berisi palsu. Begitulah istilah Mentari mengenai cinta yang selama ini ia dapatkan dari mantan-mantan kekasihnya. Dan oleh karena itu pula, Mentari berjanji kepada diri sendiri dan mamanya untuk tidak menjalin hubungan lagi dengan lelaki selama ia masih duduk di bangku SMK. Dan perjanjian itu juga sangat terjaga terlebih lagi ada hal yang dijanjikan oleh papa Mentari jika berhasil menepati janji.
Bintang yang pada saat itu mendengarkan melalui HP, akhirnya unjuk suara. Dia terlihat sangat menyesali perkataan Mentari yang ternyata telah menghancurkan harapan Bintang untuk bisa menjadi kekasih Mentari. Karena terbukti bahwa Mentari tidak akan membuka hati untuk siapapun.
Akhirnya Bintang memutuskan untuk mengakhiri pertemanannya dengan Mentari. Baginya, hanya itu lah solusi untuk membantu Bintang melupakan Mentari dan berhenti mengharapkan Mentari. Dan dengan berat hati, keputusan itupun terkabulkan.
Mentari sangat merasa kehilangan pada saat itu. Ia merasa bahwa orang yang menyayanginya telah meninggalkannya dengan keputusan egoisnya itu. Mentari ingin sekali berkata kepada Bintang bahwa “cinta tak harus memiliki”, hal itu bermaksud untuk mengingatkan Bintang. Akan tetapi, Bintang terlanjur menyudahi telepon di malam itu.
Keesokan paginya, Bintang mengirim pesan kepada Mentari. Yang intinya berisi sebuah penyesalan Bintang terhadap keputusannya itu. Dan Bintang telah menyadari dengan sendirinya bahwa “cinta itu tak harus memiliki”. Betapa senangnya hati Mentari pada saat itu.
Selang beberapa hari, Bintang berbuat ulah lagi. Untuk kedua kalinya, Bintang memutuskan tali pertemanannya dengan Mentari dengan alasan yang sama pada beberapa hari yang lalu. Tampaknya Bintang ingin sekali berusaha untuk melupakan dan menghilangkan rasanya dari sosok Mentari. Tanpa penolakan dan basa-basi, Mentari langsung meng-iya-kan keputusan Bintang.


Pesan dari cerpen di atas :
“cinta itu tak harus memiliki. Cinta adalah hal abstrak yang tidak bisa di lihat, di raba bahkan di prediksi. Biarkan cintamu memilih pasangan cintanya dengan sendirinya. Karena cinta tak bisa di paksakan. Dan yakinlah, cinta yang terpaksa hanya akan bersampul bagus dan berisi palsu. Serta jangan sesekali memainkan kata cinta kepada orang lain. Karena di balik cinta da sebuah kebalikan nasib, yaitu KARMA

Jadi,  buat kamu Girls & Boys berbijaksanalah dalam CINTA

2 komentar:

Komentar Anda sangat membantu bagi perkembangan blog ini.